Apa Itu Batu Ginjal ( Kencing Batu ) ?

Penyakit Batu Ginjal

Defenisi

Penyakit Batu ginjal ialah endapan keras yang tercipta dari zat yang terdapat di air kencing. Prosesnya dikenal dengan nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini umumnya memiliki ukuran begitu kecil atau dapat sampai seputar beberapa inci. Ukuran batu yang semakin besar yang mengisi aliran yang membawa kencing dari ginjal ke kantong kemih yang dimaksud batu staghorn.

Pada sebagian kasus, penyakit ini dialami oleh orang yang berusia 30 – 60 tahun. Diperkirakan 10% wanita dan 20% pria mengalami penyakit ini.

Endapan batu didalam ginjal dapat dikarenakan oleh asupan atau permasalahan kesehatan lainnya yang memicu. Berdasar pada semacamnya, batu ginjal dibagi jadi empat, yakni batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, serta batu sistin.

Gejala Batu Ginjal

Gejala karena batu ginjal umumnya akan tidak dirasa penderitanya bila batu ginjal memiliki ukuran begitu kecil hingga dapat keluar dari badan dengan alami lewat ureter dengan gampang. Ureter ialah aliran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.

Gejala karena batu ginjal baru dapat berasa bila batu memiliki ukuran semakin besar dari diameter aliran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan susunan dinding ureter hingga mengakibatkan iritasi serta bahkan juga luka. Oleh karenanya, urine terkadang dapat memiliki kandungan darah. Tidak hanya mengiritasi ureter, batu ginjal dapat juga terlibat didalam ureter atau uretra (aliran akhir pembuangan urine) hingga berlangsung akumulasi bakteri serta dapat mengakibatkan pembengkakan karena infeksi. gejala batu ginjal yang dapat muncul jika batu bergesekan dengan ureter salah satunya ialah ngilu pada pinggang, perut sisi bawah atau samping, serta selangkangan yang bisa dibarengi mual.

Sedangkan gejala yang dapat dirasa bila pasien batu ginjal alami infeksi ginjal salah satunya urine terlihat keruh serta bau tidak enak, tubuh lemas, menggigil, serta demam tinggi.

Pasien Batu Ginjal Di Indonesia

Menurut data yang dikumpulkan dari Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diprediksikan prevalensi pasien yang terdiagnosa batu ginjal untuk usia diatas 15 tahun ialah sebesar 0,7% dari keseluruhan masyarakat Indonesia. Lima propinsi yang menempati tempat paling tinggi permasalahan penyakit batu ginjal salah satunya ialah Di Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Sulawesi Tengah.

Diagnosis Batu Ginjal

Hal pertama yang akan ditanyakan dokter kepada pasiennya dalam mendiagnosa batu ginjal yang dialami oleh pasien adalah seputar gejala yang dirasakan. Serta dokter bakal mentanyakan lagi apakah pasien pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, mempunyai riwayat keluarga yang mempunyai penyakit yang sama, ataupun pasien yang sering mengkonsumsi suplement atau makanan yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
Setelah keterngan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Test tersebut bisa berupa pemeriksaan urin, darah, dan pemindaian seperti USG, CT scan, rontgen, serta IVU ( Intravenous Urogam ).

Penyembuhan Batu Ginjal

Penyembuhan penyakit batu ginjal yang dikerjakan bergantung pada ukuran dari batu. Bila batu ginjal masih tetap termasuk kecil atau menengah, dan masih tetap bisa melalui aliran kemih tak perlu dikerjakan operasi, dokter umumnya akan merekomendasikan pasien untuk minum air putih saja sesuai dengan ukuran yang dianjurkan. Karenanya ada saluran cairan dengan terus-terusan, diinginkan batu ginjal bisa tergerak keluar dengan sendirinya. Jika gejala yang dirasa oleh pasien cukuplah mengganggu, umumnya dokter cukuplah memberi resep obat pereda perasaan sakit, contohnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.

Perlakuan batu ginjal yang dengan prosedur khusus ( contohnya dengan daya laser, ultrasound, atau operasi ) umumnya baru akan diaplikasikan bila batu memiliki ukuran yang besar hingga menyumbat aliran kemih pasien.

Pencegahan Batu Ginjal

Cara ampuh dalam mencegah sebenarnya cukup sederhana. Hanya memerlukan minum banyak air putih yang cukup setiap harinya, serta membatasi asupan, minuman selain air putih, atau suplement yang mengandung zat hewani yang berpotensi membentuk batu ginjal seperti zat oksalat, suplement kalsium.

Dengan minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat lainnya untuk dapat mencegah timbul nya batu ginjal. Serta terdapat pencegahan lainnya yang seperti mengkonsumsi obat yang berdasarkan resep dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan kepada pasien untuk mencegah kambuhnya batu ginjal bagi pasien yang pernah menderitanya.

Berakhir juga artikel kami, harus diingat juga bahwa artikel kami adalah artikel yang berbasis pendidikan, bukan sebagai saran untuk anda dalam mengatasi batu ginjal, bila anda merasakan gejala yang seperti kami tuliskan diatas maka sebaiknya anda segera berkonsultasi kepada dokter terpercaya anda. Terima kasih..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*