Apa itu Obat Paracetamol?

Apa itu Obat Paracetamol?

Obat Paracetamol ialah salah satunya obat yang masuk ke kelompok analgesik ( pereda ngilu ) serta antipiretik (penurun demam). Obat ini biasa digunakan untuk menurunkan rasa sakit ringan sampai menengah, dan turunkan demam. Untuk orang dewasa, disarankan untuk konsumsi paracetamol 1-2 tablet sekitar 500 miligram sampai 1 gr setiap 4-6 jam sekali dalam 24 jam.

Bagaimana Ketentuan Minum Paracetamol ?

Pakai paracetamol lewat cara diminum sesuai dengan saran dokter atau pada paket. Untuk menangani ngilu, sakit, serta demam, tablet paracetamol 500 mg umumnya diminum tiap-tiap 4-6 jam sekali. Jika Anda tidak meyakini tentang info pada paket, tanyakan pada dokter atau apoteker.

Bagaimanakah cara penyimpanan Paracetamol ?

Obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruang, jauhkan dari sinar langsung serta tempat yang lembap. Janganlah disimpan di kamar mandi. Janganlah dibekukan. Merk lainnya dari obat ini mungkin mempunyai ketentuan penyimpanan yang berlainan. Lihat petunjuk penyimpanan pada paket produk atau tanyakanlah pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.

Janganlah menyiram obat-obatan ke toilet atau ke aliran pembuangan terkecuali jika diinstruksikan. Buang produk ini jika waktu berlakunya sudah habis atau jika tidak dibutuhkan kembali. Tanyakan pada apoteker atau perusahaan pembuangan sampah lokal tentang bagaimanakah cara aman buang produk Anda.

Dosis paracetamol

Harus diingat bahwa seputar kesehatan tidak memberikan informasi sebagai pengganti nasihat medis. Untuk lengkap, segeralah konsultasikan kepada dokter ataupun apoteker anda sebelum memulai pengobatan ini.

Bagaimana dosis Paracetamol untuk orang dewasa?

Dosis paracetamol untuk demam pada orang dewasa:

Paracetamol dengan dosis 325 hingga 650 mg setiap 4 hingga 6 jam atau sebesar 1000 mg setiap 6 hingga 8 jam rektal atau oral.
Setiap 4 hingga 6 jam minum tablet paracetamol 500 mg : 2 tablet 500 mg.

Dosis paracetamol untuk nyeri pada orang dewasa:

Paracetamol dengan dosis 325 hingga 650 mg setiap 4 hingga 6 jam atau sebesar 1000 mg setiap 6 hingga 8 jam suppository atau oral.
Setiap 4 hingga 6 jam minum tablet paracetamol 500 mg : 2 tablet 500 mg.

Bagaimana dosis paracetamol untuk anak – anak ?

Dosis paracetamol untuk nyeri pada anak-anak berusia sama pula dengan atau di atas 12 tahun:

  • Infus, kurang dari 50 kg : 15 mg setiap 6 jam atau 12.5 mg setiap 4 jam. Dosis tunggal maksimal: 750 mg/dosis. Keseluruhnya dosis maksimal harian: 75 mg/hari ( kurang dari atau sama pula dengan 3750 mg/hari ).
  • Infus, 50 kg atau lebih : 650 mg setiap 4 jam atau 1000 mg setiap 6 jam. Dosis tunggal maksimal: 1000 mg/dosis. Keseluruhnya dosis maksimal harian : 4000 mg/hari.
  • Rektal atau oral : 325 hingga 650 mg setiap 4 hingga 6 jam atau 1000 mg 3 hingga 4 kali dalam sehari. Dosis maksimal harian yaitu 4000 mg/hari.

Dosis paracetamol untuk ngilu pada bayi baru lahir yang berusia lebih dari atau sama juga dengan 10 hari:

  • Dosis infus: 20 mg/kg dibarengi dengan 10 mg/kg/dosis setiap 6 jam
  • Oral: 10-15 mg/kg/dosis setiap 6 jam. Dosis oral optimal harian: 90 mg/kg/hari
  • Rektal: dosis awal: 30 mg/kg; lantas 20 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam. Dosis rektal optimal harian: 90 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk ngilu pada balita serta anak-anak:

  • Infus, dibawah 2 tahun: 7.5-15 mg/kg/dosis setiap 6 jam. Dosis optimal harian: 60 mg/kg/hari
  • Infus, 2-12 tahun: 15 mg/kg setiap 6 jam-an atau 12.5 mg/kg setiap 4 jam. Dosis optimal harian: 15 mg/kg
  • Oral: 10-15 mg/kg/ dosis setiap 4-6 jam waktu dibutuhkan; janganlah melewati 5 dosis dalam 24 jam. Keseluruhan dosis optimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melewati 3750 mg/hari

Pilihan lainnya, produsen memberi pendapat dosis seperti berikut:

  • 2.7 hingga 5.3 kg, 0-3 bulan: 40 mg
  • 5.4 hingga 8.1 kg, 4-11 bulan: 80 mg
  • 8.2 hingga 10.8 kg, 1-2 tahun: 120 mg
  • 10.9 hingga 16.3 kg, 2-3 tahun: 160 mg
  • 16.4 hingga 21.7 kg, 4-5 tahun: 240 mg
  • 21.8 hingga 27.2 kg, 6-8 tahun: 320 mg
  • 27.3 hingga 32.6 kg, 9-10 tahun: 400 mg
  • 32.7 hingga 43.2 kg, 11 tahun: 480 mg

Produsen merekomendasikan pemakaian berat tubuh untuk pilih dosis. Jika berat tubuh tidak ada, umur bisa dipakai.

Konsumsi Paracetamol Dengan Benar

Biasanya, paracetamol tidak memunculkan resikonya. Walaupun begitu, yakinkan obat ini pas untuk beberapa gejala yang dihadapi serta tidak bersimpangan dengan keadaan kesehatan fisik.

Paracetamol dapat dikonsumsi orang dewasa sekitar 500 mg setiap empat sampai enam jam. Sedang untuk anak-anak, cocokkan dosisnya dengan saran dokter. Obat ini dapat diminum sebelum atau seusai makan.

Janganlah konsumsi paracetamol melewati dosis yang dipastikan, kebanyakan konsumsi obat ini dapat mengakibatkan kerusakan organ hati.

Jika melupakan waktu konsumsi paracetamol, janganlah minum dua dosis sekaligus juga dengan tujuan menggantikannya.

Interaksi Obat Paracetamol

Bila dikonsumsi bertepatan dengan obat-obatan lainnya, paracetamol dapat memunculkan reaksi berbentuk penambahan resikonya atau malah kurangi efektivitas paracetamol tersebut. Untuk menghindarinya, janganlah konsumsi paracetamol dengan obat-obatan berikut ini:

  • Warfarin ( obat yang umumnya dipakai untuk menahan pembekuan darah ).
  • Carbamazepine ( obat yang umumnya digunakan untuk menyembuhkan penyakit ayan (epilepsi) ).
  • Phenobarbital, primidone, atau phenytoin ( obat-obatan yang umumnya dipakai untuk mengatur kejang ).
  • Colestyramine ( obat yang umumnya dipakai untuk kurangi perasaan gatal pada masalah ginjal ).
  • Metoclopramide ( obat yang umumnya dipakai untuk menurunkan perasaan mual serta muntah ).
  • Imatinib atau busulfan ( obat-obatan yang umumnya dipakai untuk menyembuhkan kanker jenis spesifik ).
  • Lixisenatide ( obat yang umumnya dipakai untuk menangani diabetes jenis 2 ).
  • Ketoconazole ( salah satunya jenis obat antijamur ).

Efek Samping Dari Obat Paracetamol

Resikonya apakah yang bisa dihadapi sebab Paracetamol?

Hentikan pemakaian obat serta hubungi dokter secepat-cepatnya jika Anda alami resikonya paracetamol yang termasuk serius, misalnya:

Mual, sakit perut sisi atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan
Urin berwarna gelap, feses berwarna pucat
Kuning pada kulit serta mata

Tidak kebanyakan orang alami resikonya diatas. Mungkin ada banyak resikonya yang tidak dijelaskan diatas. Jika Anda mempunyai kecemasan tentang resikonya spesifik, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

1 Trackback / Pingback

  1. Penyakit Ambeien - Pengertian, Gejala, Penyebab, Dan Pengobatan Alami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*