Mengenali Berbagai Alasan Anak Berbohong Berdasarkan Usianya

Mengenali Berbagai Alasan Anak Berbohong Berdasarkan Usianya

Sudah pernahkah anak Anda berbohong? Mungkin iya seringkali. Anak-anak condong suka menceritakan perihal yang sangat dilebih-lebihkan atau anak menceritakan satu peristiwa yang ditambahkan dengan imajinasinya, Akan tetapi, bila tiada aksi yang terpat dari para parents, berbohong dapat jadi rutinitas yang buruk kedepannya. Anak berbohong dikarenakan beberapa fakta. Berikut kami rangkum beberapa alasan yang sering digunakan oleh anak paling umum.

Alasan Anak Berbohong

Berikut beberapa alasan yang sering digunakan anak dalam berbohong :

Anak ingin Menghindari Hukuman

Apa anak Anda diam-diam ambil sepotong kue diatas meja, tetapi tidak mengaku, walau sudah terdapat bukti kuat bahwa anak adalah si pengambil tersebut?

Mungkin ini serupa lewat cara orang dewasa yang berbohong untuk hindari pertikaian dengan pasangan. Begitupun, anak berbohong umumnya untuk hindari hukuman. Dia takut bila jujur, Anda akan menghukumnya.

Bila Anda tahu anak Anda tengah berbohong, menawarkan satu peluang untuk menjelaskan yang sebetulnya. Jelaskan, “ Ibu akan memberikan kamu waktu sesaat untuk memikirkannya serta ibu akan menanyakan kembali apakah yang sebetulnya terjadi ”.

Jika kenyataannya Anda seringkali memergoki anak berbohong, coba lihat kembali bagaimanakah cara Anda mendisiplinkannya hingga kini. Apa sangat tegas serta keras atau demikian sebaliknya. Pasalnya dalam beberapa riset didapati jika anak akan condong berbohong saat dalam keadaan takut dengan orangtuanya yang sangat keras.

Anak-anak memakai imajinasinya untuk menceritakan

Apa anak Anda sempat memberi tahu Anda jika dia tengah pergi ke bulan? Atau anak Anda menceritakan jika dia dapat mengendarai awan seperti di anime dragonball?

Anak-anak mempunyai imajinasi yang tinggi serta indah. Kadang anak-anak menyediakan fantasi mereka menjadi kebenarannya. Umumnya dia berimajinasi sesuai dengan apakah yang sempat dia dengar, seperti dari dongeng atau lihat di film kartun.

Bila anak Anda mempunyai rutinitas bercerita imajinasi yang datang dari dunia dongeng, Anda dapat menanggapinya dengan jawaban yang tidak menghakimi. Contohnya, “ Apakah itu suatu yang kamu kehendaki akan terjadi atau itu memang sungguh berlangsung?” Pertanyaan yang tidak menghakimi akan menggerakkan si kecil untuk mengaku.

Walau demikian, mempunyai imajinasi tidak selama-lamanya jelek. Membantu anak Anda untuk mengarahkan imajinasinya. Berikan tahu si kecil jika dia masih bisa bercerita tentang cerita-cerita hebat, saat dia menuturkan jika narasi itu cuma keinginan atau kemauannya.

Dengan demikian, anak Anda pada akhirnya bisa belajar untuk mengawali cerita fantasinya dengan menjelaskan, “ Bayangkan bila ini berlangsung.. “

Anak-anak ingin tampak keren di depan orang yang lain

Fakta lainnya anak berbohong karena ingin mengesankan orang yang lain. Anak Anda mungkin menceritakan pada teman-temannya jika dia dapat cetak gol paling banyak waktu bermain sepak bola. Atau anak Anda memberitahu Anda jika dia mendapatkan nilai matematika paling tinggi di sekolahnya, bahkan juga saat itu tidak benar.

Membesar-besarkan kebenaran atau bahkan juga berbohong seringkali dipakai untuk menutupi tidak percaya diri mereka. Dalam usaha untuk beradaptasi dengan rekan-rekan sepantarannya, anak-anak terkadang bersikukuh jika dia mesti alami pengalaman yang sama juga dengan teman-temannya, atau dia berusaha untuk mengesankan teman-temannya dengan ceritanya.

Jika anak Anda memiliki kegiatan rutin berbohong agar terlihat baik di muka orang yang lainnya, ia mungkin membutuhkan pengakuan dari orang yang lainnya.

Bicaralah pada anak Anda mengenai konsekuensi dari berbohong serta ajak anak Anda untuk bicara sama dengan keadaannya. Membantu dia temukan langkah untuk terhubung dengan orang yang lain tanpa berbohong mengenai pengalamannya.

Pujilah upayanya, bukan hasilnya, hingga dia akan mengetahui nilai kerja kerasnya. Contohnya, dibanding memberikan pujian pada dia sebab memperoleh gol paling banyak di laga sepak bola, pujilah dia sebab berupaya keras. Tegaskan padanya jika dia tak perlu jadi yang terunggul untuk memperoleh pernyataan dari orang yang lain atau tampak bagus di depan orang yang lain.

Baca juga : Anak kecanduan bermain gadget? Ini bahayanya!

Tips Cermat Menanggapi Anak Saat Kepergok Berbohong

Terkadang, mungkin tepat untuk memberikan konsekuensi tambahan untuk anak berbohong. Katakan kepada anak Anda, “ Kamu tidak bisa main videogame akhir pekan ini karena kamu tidak mengejakan tugas sekolah, dan karena kamu juga berbohong tentang hal itu, kamu juga tidak boleh menonton TV hingga waktu yang ditentukan.

Selain itu, jadikan kejujuran sebagai prioritas di rumah Anda. Buat aturan rumah yang mengatakan, “ Katakan yang sebenarnya, ” dan anak-anak Anda akan lebih cenderung menyadari pentingnya bersikap jujur.

Itulah beberapa alasan serta tips untuk menanggapi anak saat kepergok berbohong.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*